blog 1

ARTIKEL

Kali ini kita akan membahas mitos dan fakta tentang kram selama kehamilan, agar Anda dapat memilah hal-hal yang perlu Anda ikuti dan tidak selama hamil.

Mitos dan Fakta Kram Selama Kehamilan

Kehamilan menyebabkan perubahan fisik dan hormonal yang signifikan terjadi, yang kadang-kadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, termasuk kram. Kram selama kehamilan adalah topik yang sering dibicarakan, tetapi sayangnya, banyak mitos yang berkeliaran seputar masalah ini. Kali ini kita akan membahas mitos dan fakta tentang kram selama kehamilan, agar Anda dapat memilah hal-hal yang perlu Anda ikuti dan tidak selama hamil.

 

Mitos:

 

1. Kram otot selama kehamilan hanya terjadi di kaki.

Salah satu mitos yang umum adalah bahwa kram otot selama kehamilan hanya terjadi di kaki. Padahal, kram otot dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, termasuk perut, punggung, dan bahkan tangan. Ini disebabkan oleh perubahan hormonal dan perubahan berat badan yang terjadi selama kehamilan.

 

2. Kram otot selama kehamilan terjadi pada wanita yang kekurangan kalsium

Kekurangan kalsium memang dapat meningkatkan risiko kram otot, kram otot selama kehamilan. Namun, wanita hamil yang sudah mengonsumsi cukup kalsium juga dapat mengalami kram otot. Sebab ada faktor lain yang berperan selama kehamilan seperti perubahan hormon dan tekanan pada otot yang dapat menyebabkan terjadinya kram otot.

 

3. Kram otot selama kehamilan tidak bisa dicegah.

Beberapa orang beranggapan bahwa kram otot selama kehamilan adalah hal yang tidak bisa dicegah. Padahal, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat diambil, seperti meningkatkan asupan kalsium, menjaga diri tetap terhidrasi, dan melakukan peregangan ringan.

 

Fakta:

 

1. Kram otot selama kehamilan umum terjadi.

Kram otot selama kehamilan adalah kondisi yang umum terjadi. Ini disebabkan oleh perubahan hormon, peningkatan berat badan, dan tekanan ekstra pada otot dan sendi selama kehamilan. Kram otot bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, seringkali dirasakan pada saat trimester kedua dan ketiga.

 

2. Penyebab kram otot selama kehamilan bervariasi.

Kram otot selama kehamilan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kekurangan kalsium, dehidrasi, perubahan hormon, serta aktivitas fisik yang berlebihan. Wanita hamil seringkali mengalami peningkatan berat badan yang dapat menempatkan tekanan tambahan pada otot dan sendi.

 

3. Peregangan dan olahraga ringan dapat membantu mencegah kram otot.

Meskipun kram otot tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, peregangan otot secara teratur dan berolahraga ringan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kram otot selama kehamilan. Peregangan khusus untuk otot-otot yang sering mengalami kram, seperti otot betis, dapat sangat membantu.

 

4. Mengonsumsi makanan kaya kalsium penting.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, seperti produk susu, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau, dapat membantu mencegah kram otot selama kehamilan. Jika diperlukan, dokter mungkin juga merekomendasikan suplemen kalsium.

 

5. Kram otot selama kehamilan biasanya bersifat sementara.

Kram otot selama kehamilan biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah melahirkan. Namun, jika Anda mengalami kram otot yang sangat sering, sangat menyakitkan, atau berkepanjangan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

 

Kesimpulannya, kram otot selama kehamilan adalah hal yang umum terjadi, dan pengetahuan tentang mitos dan fakta seputar kondisi ini dapat membantu para ibu hamil mengelola gejalanya dengan lebih baik. Apabila Anda sedang hamil dan mengalami kram otot, oleskan saja krim pereda nyeri seperti NEO rheumacyl Eucalyptus Cream yang mengandung Menthol dan Eucalyptus untuk meredakan nyeri otot dan sendi dengan tingkat rasa sakit yang ringan hingga sedang sehingga pas digunakan untuk ibu hamil. NEO rheumacyl Euclayptus Cream juga memiliki aroma relaksasi yang selain menghangatkan tentunya membuat ibu hamil menjadi lebih tenang dan nyaman.

 

Artikel Lainnya: Tangan Sering Kebas dan Kesemutan? Berikut Dampaknya Terhadap Aktivitas Sehari-hari

SHARE ON :