Setelah seharian bekerja, banyak orang
mengalami tubuh lelah, pegal, dan kurang bertenaga. Kondisi ini dapat
mengganggu waktu istirahat hingga membuat tubuh terasa kurang segar keesokan
harinya.
Untungnya, Anda tidak perlu melakukan cara
yang rumit untuk menghilangkan lelah setelah bekerja. Beberapa kebiasaan
sederhana dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus mendukung proses
pemulihan.
Mengapa Tubuh Terasa Lelah dan Pegal
Setelah Bekerja?
Rasa lelah setelah bekerja merupakan
respons alami tubuh terhadap aktivitas fisik maupun mental sepanjang hari.
Ketika bekerja, otot digunakan secara terus-menerus, sementara otak juga
bekerja untuk berkonsentrasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai
tugas.
Selain aktivitas yang padat, posisi tubuh
yang kurang ergonomis, kurang bergerak, stres, kurang minum, hingga kurang
tidur dapat memperparah rasa lelah dan memicu pegal pada otot.
Dalam jurnal The Lancet berjudul Physical Activity, Sedentary Behaviour, and Sleep: Opportunities for Public Health, dijelaskan bahwa keseimbangan antara aktivitas, istirahat, dan tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik serta membantu proses pemulihan tubuh setelah beraktivitas.
1. Latihan Pernapasan Dalam
Latihan pernapasan dalam merupakan salah
satu teknik relaksasi yang mudah dilakukan kapan saja. Tarik napas perlahan
melalui hidung selama beberapa detik, tahan sejenak, kemudian embuskan perlahan
melalui mulut.
Teknik ini membantu menenangkan sistem saraf, memperlambat detak jantung, serta mengurangi ketegangan yang muncul setelah bekerja. Luangkan waktu sekitar 5–10 menit setiap sore atau malam untuk melakukan latihan pernapasan agar tubuh terasa lebih rileks.
2. Peregangan Ringan
Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk atau
berdiri dalam waktu lama, lakukan peregangan ringan setelah pulang kerja.
Fokuskan gerakan pada leher, bahu, punggung, pinggang, serta kaki yang sering
mengalami ketegangan.
Peregangan membantu meningkatkan aliran darah ke otot sehingga rasa kaku dan pegal dapat berkurang. Selain itu, tubuh juga akan terasa lebih ringan dan siap beristirahat.
3. Mendengarkan Musik yang Menenangkan
Musik tidak hanya menghibur, tetapi juga
dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Pilih musik dengan tempo yang lambat
atau suara alam yang menenangkan untuk membantu mengurangi ketegangan setelah
bekerja.
Dalam jurnal Journal of Advanced Nursing
yang membahas efek terapi musik terhadap relaksasi, disebutkan bahwa
mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu menurunkan tingkat stres,
mengurangi ketegangan, dan meningkatkan rasa nyaman pada tubuh.
Anda bisa mendengarkan musik sambil duduk santai, membaca buku, atau menjelang waktu tidur.
4. Mandi Air Hangat
Mandi air hangat setelah bekerja dapat
membantu melemaskan otot yang tegang sekaligus memberikan rasa nyaman pada
tubuh. Suhu hangat membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga otot terasa
lebih rileks.
Namun, hindari menggunakan air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit menjadi kering atau memicu rasa tidak nyaman. Cukup gunakan air hangat dengan suhu yang nyaman selama sekitar 10–15 menit.
5. Tidur Berkualitas dan Gunakan Pereda Nyeri Sebelum Tidur
Tidur merupakan waktu utama bagi tubuh
untuk melakukan proses pemulihan. Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan yang
mengalami kelelahan sekaligus mengembalikan energi untuk aktivitas keesokan
harinya. Oleh karena itu, usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam dengan
jadwal yang teratur.
Artikel Lainnya: Badan Sering Terasa Kaku Saat Malam Hari? Bisa Jadi Saraf yang Bermasalah
FAQ
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk relaksasi setelah bekerja?
Tidak harus lama. Sekitar 10–20 menit melakukan relaksasi, seperti peregangan, latihan pernapasan, atau mandi air hangat, sudah dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.
2. Apakah mandi air hangat setiap hari aman?
Ya, selama menggunakan suhu air yang nyaman dan tidak terlalu panas. Air yang terlalu panas justru dapat membuat kulit menjadi kering dan iritasi.
3. Kapan sebaiknya menggunakan obat pereda nyeri?
Obat pereda nyeri dapat digunakan bila rasa pegal atau nyeri setelah bekerja
mengganggu aktivitas atau kualitas tidur. Gunakan sesuai aturan pakai pada
kemasan. Jika nyeri berlangsung lama atau disertai gejala lain yang
mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter.
Daftar Pustaka
- Pediši? Ž, et al. Physical Activity, Sedentary Behaviour, and Sleep: Opportunities for Public Health. The Lancet. 2021.
- Nilsson U. The Anxiety- and Pain-Reducing Effects of Music Interventions: A Systematic Review. Journal of Advanced Nursing. 2008.
- Hirshkowitz M, et al. National Sleep Foundation's Sleep Time Duration Recommendations: Methodology and Results Summary. Sleep Health. 2015.
