Kesemutan sering dianggap sepele, apalagi jika hanya muncul sesekali saat Anda duduk terlalu lama atau dalam posisi tertentu. Namun, bagaimana jika kesemutan terjadi lebih sering, bahkan tanpa pemicu yang jelas? Apakah ini tanda saraf atau otot sedang bermasalah?
Secara medis, kesemutan dikenal sebagai paresthesia, yaitu sensasi seperti tertusuk, mati rasa, atau rasa “semut berjalan” di kulit. Kondisi ini dapat terjadi akibat tekanan pada saraf, aliran darah yang terganggu, hingga ketegangan otot. Menurut penelitian oleh Nordin et al. (2014) dalam jurnal Musculoskeletal Disorders and Nerve Compression, ketegangan otot yang berlangsung lama dapat menekan saraf di sekitarnya dan memicu gejala seperti kesemutan dan kebas.
Namun, penting dipahami bahwa kesemutan dapat disebabkan oleh banyak hal. Berikut penyebab kesemutan yang perlu diperhatikan.
Penyebab Kesemutan yang Perlu Anda Ketahui
1. Tekanan pada Saraf
Posisi duduk atau tidur yang salah dapat menekan saraf tertentu, misalnya pada tangan atau kaki. Ini adalah penyebab paling umum dan biasanya bersifat sementara.
2. Ketegangan Otot
Otot yang tegang, terutama di area leher, bahu, atau punggung, dapat menekan saraf di sekitarnya. Menurut penelitian oleh Fernández-de-las-Peñas et al. (2012) dalam jurnal Current Pain and Headache Reports, ketegangan otot kronis dapat menyebabkan gangguan saraf perifer yang memicu sensasi kesemutan.
3. Kurangnya Aktivitas atau Gerakan
Terlalu lama diam dapat mengganggu sirkulasi darah, sehingga saraf tidak mendapatkan suplai oksigen yang optimal.
4. Kekurangan Vitamin Tertentu
Kekurangan vitamin B, terutama B1, B6, dan B12, dapat mempengaruhi fungsi saraf dan memicu kesemutan berkepanjangan.
5. Kondisi Medis Tertentu
Kesemutan yang sering dan menetap juga bisa menjadi tanda gangguan saraf seperti neuropati. Berdasarkan penelitian Callaghan et al. (2012) dalam jurnal Diabetic Neuropathy: Clinical Manifestations and Current Treatments, gangguan saraf dapat menimbulkan gejala seperti kebas, kesemutan, hingga nyeri.
Cara Mengatasi dan Mencegah Kesemutan
Untuk mengurangi dan mencegah kesemutan, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:
- Rutin melakukan peregangan, terutama jika Anda banyak duduk
- Perbaiki postur tubuh saat bekerja atau beraktivitas
- Lakukan olahraga ringan untuk melancarkan sirkulasi darah
- Minum obat dan vitamin neurotropik
- Hindari posisi tubuh yang menekan saraf terlalu lama
Penanganan Nyeri dan Kesemutan
Jika kesemutan disertai nyeri atau terasa mengganggu aktivitas, Anda dapat meredakannya dengan mengkonsumsi pereda nyeri yang mengandung Ibuprofen dan Vitamin Neurotropik. Kombinasi ini dapat membantu meredakan nyeri dan kesemutan akibat ketegangan otot, sehingga Anda dapat kembali beraktivitas tanpa terganggu nyeri dan keluhan 3K: kram, kebas dan kesemutan.
Artikel Lainnya: Punggung Terasa Pegal Saat Bangun Tidur? Ini yang Perlu Kamu Perhatikan
FAQ
1. Apakah sering kesemutan itu berbahaya?
Tidak selalu, tetapi jika terjadi terus-menerus, semakin sering, atau disertai kelemahan otot dan nyeri, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
2. Apakah kesemutan bisa hilang dengan sendirinya?
Kesemutan ringan akibat posisi tubuh biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah Anda mengubah posisi atau menggerakkan tubuh.
3. Obat dan vitamin untuk meredakan kesemutan?
Obat dengan Ibuprofen dan vitamin neurotropik yaitu vitamin B1, B6, dan B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf dan membantu mengurangi gejala kesemutan.
Daftar Pustaka:
1. Nordin, M., et al. (2014). Musculoskeletal Disorders and Nerve Compression.
2. Fernández-de-las-Peñas, C., et al. (2012). Muscle Trigger Points and Peripheral Nerve Symptoms. Current Pain and Headache Reports.
3. Callaghan, B. C., et al. (2012). Diabetic Neuropathy: Clinical Manifestations and Current Treatments.
