Tips & Artikel

Tips Mengatasi Badan Pegal Setelah Bekerja dan Perjalanan Naik Motor

Setelah seharian bekerja dan menempuh perjalanan dengan motor, badan pegal dan nyeri pada punggung, bahu, leher, hingga kaki sering kali muncul. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelelahan, posisi duduk yang terlalu lama, dan paparan getaran motor saat berkendara. Untuk membantu mengatasi badan pegal setelah kerja dan naik motor, simak beberapa tips berikut.


Mengapa Duduk Terlalu Lama di Motor Bisa Membuat Badan Pegal?

Saat mengendarai motor dalam waktu lama, tubuh berada dalam posisi yang relatif statis. Otot harus terus bekerja untuk menjaga keseimbangan dan menopang postur tubuh. Akibatnya, otot-otot pada leher, bahu, punggung, pinggang, serta kaki dapat mengalami ketegangan dan kelelahan.

Selain itu, paparan getaran dari kendaraan juga dapat memberikan tekanan tambahan pada otot dan sendi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Ergonomics menemukan bahwa paparan getaran seluruh tubuh (whole-body vibration) dalam jangka waktu tertentu dapat berkontribusi terhadap munculnya keluhan muskuloskeletal, terutama pada area punggung bawah.

Jika kondisi ini terjadi setiap hari tanpa diimbangi dengan pemulihan yang cukup, rasa pegal dapat menjadi semakin sering muncul dan berlangsung lebih lama. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan badan pegal dan nyeri setelah berkendara motor dalam waktu lama:


Lakukan Peregangan Ringan Setelah Berkendara

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi ketegangan otot setelah perjalanan adalah melakukan peregangan ringan. Peregangan membantu meningkatkan aliran darah ke otot yang kaku sehingga tubuh terasa lebih rileks.

Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Meregangkan leher ke kanan dan kiri secara perlahan.
  • Memutar bahu ke depan dan belakang.
  • Meregangkan punggung dengan membungkukkan badan secara perlahan.
  • Melakukan peregangan paha dan betis.

Tidak perlu terlalu lama, peregangan selama 5–10 menit setelah tiba di tujuan sudah dapat membantu mengurangi rasa kaku pada tubuh.


Perhatikan Posisi Duduk dan Postur Tubuh Saat Naik Motor

Saat berkendara dengan motor, usahakan duduk dengan posisi punggung tegak dan bahu rileks. Hindari membungkuk terlalu jauh ke depan atau menegangkan bahu saat memegang setang. Posisi lutut dan kaki juga sebaiknya tetap nyaman agar tidak memberikan tekanan berlebih pada sendi.

Menurut tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Physical Therapy Science, postur tubuh yang baik dapat membantu mengurangi beban pada otot dan struktur penyangga tubuh sehingga risiko nyeri muskuloskeletal menjadi lebih rendah.


Konsumsi Obat Pereda Nyeri Bila Diperlukan

Apabila rasa pegal disertai nyeri yang cukup mengganggu aktivitas, penggunaan obat pereda nyeri dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan keluhan.

Obat pereda nyeri dengan kandungan paracetamol dan ibuprofen efektif bantu meredakan nyeri otot, nyeri sendi, dan pegal linu.



Istirahat dan Tidur yang Cukup untuk Pemulihan Tubuh

Tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan dan memulihkan otot yang lelah setelah beraktivitas seharian. Karena itu, tidur yang cukup memegang peranan penting dalam proses pemulihan.

Orang dewasa umumnya disarankan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. Selain membantu mengurangi rasa lelah, tidur yang berkualitas juga mendukung proses regenerasi otot dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dengan kombinasi peregangan, postur berkendara yang baik, penggunaan obat pereda nyeri bila diperlukan, serta istirahat yang cukup, rasa pegal setelah bekerja dan perjalanan naik motor dapat dikelola dengan lebih baik sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan nyaman.



Artikel Lainnya: Nyeri Saraf Otot Disertai Kram, Kebas, Kesemutan Setelah Trail Run? Ini Cara Pemulihannya!


FAQ

1. Berapa lama idealnya berkendara motor sebelum beristirahat?

Untuk perjalanan jauh, disarankan beristirahat setiap 1–2 jam sekali selama 10–15 menit. Hal ini membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki sirkulasi darah.

2. Apakah kompres hangat bisa membantu mengurangi pegal?

Ya. Kompres hangat dapat membantu meningkatkan aliran darah ke area yang tegang sehingga otot menjadi lebih rileks dan rasa pegal berkurang.

3. Kapan nyeri otot setelah berkendara perlu diperiksakan ke dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari, semakin berat, disertai pembengkakan, mati rasa, kelemahan otot, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.



Daftar Pustaka

  1. Bovenzi M, Schust M, Mauro M. An overview of low back pain and occupational exposures to whole-body vibration. Applied Ergonomics. 2017;59(Pt A):236–246.
  2. Lee JH, Hoshino Y, Nakamura K, Kariya Y, Saita K, Ito K. Trunk muscle weakness as a risk factor for low back pain: A review of current evidence. Journal of Physical Therapy Science. 2015;27(12):3963–3967.
  3. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Musculoskeletal Pain Information Page. Updated 2024.
  4. American Academy of Sleep Medicine. Healthy Sleep Habits and Recovery Guidelines. 2024.

ARTIKEL LAINNYA

Beli NEO rheumacyl