blog 1

ARTIKEL

Meski nyeri otot bisa dialami baik oleh pria maupun wanita, namun ada beberapa perbedaan dalam hal faktor risikonya. Simak, yuk!

Perbedaan Nyeri Otot antara Pria dan Wanita: Penyebab, Faktor Risiko dan Tips Pencegahannya

Pada dasarnya, nyeri otot merupakan salah satu keluhan kesehatan yang wajar terjadi dan dapat dialami baik oleh pria maupun wanita. Melansir dari Mayo Clinic, penyebab paling umum dari nyeri otot adalah ketegangan, stres, aktivitas yang terlalu berat dan adanya riwayat cedera ringan. Tak hanya itu saja, nyeri otot yang dirasakan di beberapa bagian tubuh juga bisa disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan tertentu dan kondisi yang lebih serius, seperti penyakit atau kondisi kesehatan yang memengaruhi otot.

 

Penyebab nyeri otot

Melansir dari Healthline.com, kasus nyeri otot atau myalgia biasanya terjadi karena stress berlebihan, ketegangan, aktivitas fisik yang terlalu berat, dan juga beberapa hal seperti berikut ini:

 

  1. Ketegangan otot pada satu atau beberapa area tubuh.
  2. Menggunakan otot secara berlebihan selama aktivitas fisik.
  3. Mencederai otot saat melakukan pekerjaan atau olahraga yang menuntut fisik.
  4. Melewatkan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga.

 

Faktor risiko nyeri otot pada pria dan wanita

Meski nyeri otot bisa dialami baik oleh pria maupun wanita, namun ada beberapa perbedaan dalam hal faktor risikonya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan tersebut:

1. Perbedaan hormonal

Hormon memiliki peran dalam regulasi fungsi otot dan persepsi nyeri. Pada wanita, fluktuasi hormon selama siklus menstruasi dapat mempengaruhi sensitivitas terhadap nyeri otot.

2. Komposisi tubuh

Pada umumnya, pria cenderung memiliki lebih banyak massa otot dan kekuatan dibandingkan dengan wanita. Perbedaan dalam komposisi tubuh dapat memengaruhi risiko dan tingkat keparahan nyeri otot.

3. Aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang berlebihan atau tidak sesuai dengan kapasitas individu dapat meningkatkan risiko nyeri otot.

 

Selain faktor risiko yang cukup berbeda, nyeri otot pada pria dan wanita juga memiliki perbedaan dalam beberapa hal berikut ini.

  1. Wanita cenderung lebih sering mengalami nyeri otot di bagian leher, punggung bagian atas, dan bahu. Lain halnya dengan pria yang cenderung lebih sering mengalami nyeri otot di daerah punggung bagian bawah.
  2. Wanita lebih cenderung merasakan nyeri otot dengan intensitas yang lebih tinggi, terutama saat menstruasi.

 

Cara mengatasi nyeri otot pada pria dan wanita

Saat nyeri otot mulai melanda, berikut ini beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk meredakannya:

  1. Mengistirahatkan bagian tubuh yang terasa pegal dan nyeri.
  2. Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran.
  3. Memberikan pijatan ringan sambil mengoleskan krim pereda nyeri otot di bagian tubuh yang terasa nyeri, seperti NEO rheumacyl Eucalyptus Cream yang mengandung Menthol dan Eucalyptus untuk membantu meredakan nyeri otot dan sendi dengan tingkat rasa sakit yang ringan hingga sedang. Jika rasa nyeri dan pegal yang dialami cukup berat, coba oleskan NEO rheumacyl Extra Hot Cream dengan sensasi panas yang lebih ekstra dan efektif mengatasi nyeri otot.
  4. Mengompres area yang sakit dengan es untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.
  5. Melakukan gerakan peregangan otot dengan lembut.
  6. Menghindari aktivitas yang terlalu berat hingga nyeri otot hilang.
  7. Menghindari olahraga angkat beban sampai nyeri otot teratasi.
  8. Melakukan aktivitas dan latihan yang menghilangkan stres seperti yoga dan meditasi untuk meredakan ketegangan.

 

Tips mencegah nyeri otot datang lagi

Agar keluhan nyeri otot datang lagi, simak beberapa tips seperti yang dilansir dari Healthline.com berikut ini.

 

  1. Melakukan peregangan otot sebelum melakukan aktivitas fisik dan setelah berolahraga.
  2. Jangan melewatkan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga, lakukan setidaknya selama lima menit.
  3. Menghidrasi tubuh dengan baik, terutama saat aktif berkegiatan dan berolahraga.
  4. Olahraga secara teratur untuk membantu meningkatkan kekencangan otot yang optimal.

SHARE ON :