Leg day menjadi salah satu sesi latihan yang paling menantang bagi banyak orang. Latihan seperti squat, lunges, leg press, hingga deadlift memang efektif untuk membangun kekuatan otot kaki dan paha. Namun, setelah berolahraga, tidak sedikit orang yang merasakan pegal, nyeri, atau kaku pada otot, terutama dalam 24–48 jam setelah latihan. Kondisi ini disebut Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), yaitu nyeri otot yang muncul beberapa jam hingga dua hari setelah latihan akibat adaptasi dan perbaikan serat otot. Kabar baiknya, beberapa cara berikut dapat membantu mempercepat pemulihan otot setelah leg day!
1. Lakukan Pendinginan dan Peregangan
Jangan langsung berhenti setelah latihan
selesai. Luangkan waktu sekitar 5–10 menit untuk melakukan pendinginan (cool
down) dan peregangan ringan pada otot paha depan, paha belakang, betis, dan
pinggul.
Pendinginan membantu tubuh kembali ke
kondisi normal, menurunkan detak jantung secara bertahap, serta mengurangi
kekakuan otot setelah leg day, sementara peregangan dapat membantu mengurangi
rasa kaku dan meningkatkan fleksibilitas otot setelah berolahraga.
Meski peregangan tidak sepenuhnya mencegah DOMS, kebiasaan ini tetap bermanfaat sebagai bagian dari proses pemulihan dan menjaga rentang gerak sendi.
2. Penuhi Asupan Protein dan Cairan
Setelah latihan, tubuh membutuhkan nutrisi
untuk memperbaiki jaringan otot yang mengalami kerusakan ringan. Konsumsi
makanan yang mengandung protein berkualitas, seperti telur, ikan, ayam, susu,
atau kacang-kacangan, dapat membantu mendukung proses pemulihan otot.
Selain itu, jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan. Dehidrasi dapat memperlambat proses pemulihan dan membuat tubuh terasa lebih lelah setelah berolahraga.
3. Istirahat dan Tidur yang Cukup
Tidur merupakan salah satu fase terpenting
dalam proses pemulihan tubuh. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan (growth
hormone) yang berperan dalam memperbaiki jaringan otot.
Usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam, terutama setelah menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Hindari memaksakan latihan berat pada kelompok otot yang sama jika rasa pegal masih sangat mengganggu.
4. Oleskan Krim Pereda Nyeri
Dalam jurnal Recovery Strategies
Following Exercise: A Narrative Review, dijelaskan bahwa terapi panas
maupun dingin dapat menjadi bagian dari strategi pemulihan setelah olahraga,
meski penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan tujuan pemulihan.
Anda bisa memberikan kompres hangat dan dingin secara bergantian, dilanjutkan dengan mengoleskan NEO rheumacyl EXTRA HOT CREAM. Krim ini memberikan sensasi panas ekstra, cepat meresap, serta nyaman digunakan untuk pijat maupun kerokan sehingga membantu memberikan rasa nyaman pada area yang terasa pegal setelah berolahraga.
5. Gunakan Obat Pereda Nyeri Bila Diperlukan
Jika pegal terasa cukup berat hingga
mengganggu aktivitas sehari-hari, penggunaan obat p
Selain itu, tetap lakukan aktivitas ringan
seperti berjalan santai agar aliran darah ke otot tetap lancar. Hindari berdiam
diri sepanjang hari karena justru dapat membuat otot terasa semakin kaku.
Namun, bila nyeri sangat hebat, disertai
pembengkakan yang berat, kelemahan otot yang signifikan, atau tidak membaik
dalam beberapa hari, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan
tidak terjadi cedera yang lebih serius.
Artikel Lainnya: Wajib Tahu, 5 Obat-obatan yang Harus Dibawa Saat Naik Gunung
FAQ
1. Berapa lama pegal setelah leg day biasanya berlangsung?
DOMS umumnya mulai muncul sekitar 12–24 jam setelah latihan, mencapai puncaknya dalam 24–72 jam, lalu berangsur membaik dalam beberapa hari.
2. Apakah tetap boleh berolahraga saat kaki masih pegal?
Boleh, tetapi sebaiknya lakukan aktivitas ringan atau melatih kelompok otot yang berbeda. Hindari memaksakan latihan berat pada otot yang masih mengalami nyeri.
3. Kapan sebaiknya menggunakan obat pereda nyeri?
Obat pereda nyeri dapat digunakan apabila rasa pegal cukup berat hingga
mengganggu aktivitas sehari-hari. Gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan.
Jika nyeri sangat hebat atau disertai pembengkakan berat, segera periksakan
diri ke dokter.
Daftar Pustaka
- Cheung K, Hume P, Maxwell L. Delayed Onset Muscle Soreness: Treatment Strategies and Performance Factors. Sports Medicine. 2003.
- Dupuy O, Douzi W, Theurot D, Bosquet L, Dugué B. Recovery Strategies Following Exercise: A Narrative Review. Sports Medicine. 2018.
- Peake JM, Neubauer O, Della Gatta PA, Nosaka K. Muscle Damage and Inflammation During Recovery From Exercise. Journal of Applied Physiology. 2017.
