Kesemutan dan kebas merupakan keluhan yang dapat muncul kapan saja. Sensasinya bisa terasa seperti tertusuk jarum, geli, mati rasa, atau seperti ada aliran listrik pada tangan maupun kaki. Kondisi ini sering terjadi setelah duduk atau tidur dalam posisi tertentu dan biasanya membaik setelah tubuh kembali bergerak.
Namun, jika kesemutan dan kebas sering muncul atau disertai rasa nyeri, kram, dan ngilu, keluhan tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas. Pada kondisi seperti ini, obat kesemutan dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan gejala. Lantas, kapan obat kebas dan kesemutan dibutuhkan dan bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasannya berikut.
Penyebab Kesemutan dan Kebas?
Melansir Alodokter, kesemutan merupakan sensasi abnormal yang dapat terasa sebagai rasa geli, tertusuk-tusuk, atau seperti terbakar pada bagian tubuh tertentu. Sementara itu, kebas adalah kondisi ketika kemampuan tubuh untuk merasakan sentuhan atau sensasi pada area tertentu berkurang.
Kesemutan yang terjadi sesekali umumnya berkaitan dengan tekanan sementara pada saraf, misalnya karena duduk terlalu lama atau tidur dengan posisi tubuh tertentu. Meski begitu, kesemutan yang terus berulang atau berlangsung dalam waktu lama dapat berkaitan dengan kondisi lain sehingga perlu diperhatikan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan dan kebas antara lain:
1. Posisi tubuh tertentu
Duduk bersila, menyilangkan kaki, atau tidur dalam posisi yang menekan bagian tubuh tertentu dapat memberikan tekanan pada saraf. Akibatnya, muncul sensasi kesemutan atau kebas yang biasanya membaik setelah posisi diubah.
2. Kurang bergerak
Berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama dapat membuat tubuh terasa kaku dan memicu rasa tidak nyaman, termasuk kesemutan pada tangan atau kaki.
3. Gangguan pada saraf
Kesemutan yang sering terjadi dapat berkaitan dengan gangguan pada saraf. Keluhan biasanya dapat disertai rasa kebas, nyeri, sensasi terbakar, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu.
4. Kondisi kesehatan tertentu
Beberapa kondisi seperti diabetes dan kekurangan vitamin tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya kesemutan dan kebas.
Baca Juga: Kram, Kebas, dan Kesemutan Terus-Menerus, Waspadai Gejala Saraf Terjepit
Mengingat penyebabnya beragam, penting untuk memperhatikan kapan dan seberapa sering keluhan tersebut muncul, ya.
Kapan Membutuhkan Obat Kesemutan, Nyeri dan 3K?
Ketika kesemutan disertai nyeri, ngilu, atau kram yang mengganggu aktivitas, obat dapat digunakan untuk membantu meredakan keluhan sesuai aturan pakai, seperti konsumsi obat dengan kandungan ibuprofen dan vitamin neurotropik di dalamnya.
Penggunaan obat sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi dan keluhan yang dialami. Jangan menggunakan obat secara berlebihan atau dalam jangka panjang tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Bagaimana Cara Kerja Obat Kesemutan, Nyeri dan 3K?
Pada dasarnya, obat yang digunakan untuk keluhan kesemutan memiliki tujuan sesuai jenis dan kandungannya. Ada obat yang ditujukan untuk membantu meredakan nyeri atau peradangan yang menyertai keluhan, sementara penanganan lainnya dapat ditujukan pada penyebab yang mendasari gangguan saraf.
Jika keluhan muncul akibat kondisi kesehatan tertentu, penyebab tersebut tetap perlu ditangani. Sebelum menggunakan obat, baca aturan pakai dan informasi pada kemasan. Jika ragu mengenai obat yang sesuai, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Cara Membantu Mengurangi Kesemutan dan Kebas
Selain menggunakan obat bila diperlukan, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi keluhan kesemutan, terutama yang berkaitan dengan posisi tubuh dan kurang bergerak, diantaranya adalah:
- Luangkan waktu untuk berdiri dan berjalan sebentar. Gerakan ringan juga dapat membantu mengurangi rasa kaku pada tubuh.
- Lakukan peregangan pada tangan, kaki, leher, dan bahu dapat dilakukan di sela aktivitas. Lakukan secara perlahan dan hindari gerakan yang menimbulkan rasa sakit.
- Usahakan tidak berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Saat duduk, pastikan posisi tubuh tetap nyaman dan tidak memberikan tekanan berlebihan pada bagian tubuh tertentu.
- Menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum, tidur yang cukup, dan rutin melakukan aktivitas fisik merupakan bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kapan Nyeri dan 3K Perlu Diperiksakan?
Kesemutan yang hanya berlangsung sebentar umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika keluhan:
- Sering muncul atau semakin sering terjadi
- Berlangsung lama dan tidak kunjung membaik
- Disertai nyeri atau rasa terbakar
- Disertai kelemahan otot
- Mengganggu aktivitas sehari-hari
- Menyebabkan gangguan keseimbangan atau kesulitan berjalan.
Kesemutan yang muncul secara tiba-tiba dan disertai kelemahan pada salah satu sisi tubuh, wajah mencong, kesulitan berbicara, atau gangguan penglihatan membutuhkan pertolongan medis segera.
Artikel Lainnya: Cedera Pinggang saat Fitness? Ini Tips Recovery dan Cara Meredakan Nyeri Otot
FAQ Seputar Obat Kesemutan, Nyeri dan 3K
1. Apakah kesemutan perlu minum obat?
Tidak selalu. Kesemutan yang terjadi sementara akibat posisi tubuh tertentu biasanya dapat membaik setelah posisi diubah dan tubuh digerakkan. Obat dapat dipertimbangkan apabila kesemutan disertai keluhan seperti nyeri, ngilu, atau kram yang mengganggu.
2. Apa obat kesemutan yang bisa digunakan?
Jenis obat yang digunakan untuk kesemutan bergantung pada keluhan dan penyebabnya. Untuk kesemutan yang disertai nyeri atau ngilu, obat pereda nyeri tertentu dapat membantu meredakan gejala. Gunakan sesuai aturan pakai dan konsultasikan dengan dokter jika diperlukan.
3. Apa penyebab Nyeri dan 3K?
Kesemutan dan kebas dapat disebabkan oleh tekanan sementara pada saraf, terlalu lama berada dalam posisi tertentu, kurang bergerak, gangguan saraf, maupun kondisi kesehatan tertentu.
Jika disebabkan oleh posisi tubuh, mengubah posisi, menggerakkan anggota tubuh, dan melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi kesemutan. Jika keluhan sering terjadi atau tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan ke dokter.
Source:
Alodokter. Parestesia - https://www.alodokter.com/parestesia
