Tips & Artikel

Mengenal Jenis-Jenis Olahraga Pilates untuk Menghilangkan Nyeri Sendi

Nyeri sendi sering kali menjadi penghalang untuk tetap aktif bergerak. Padahal, olahraga yang tepat justru dapat membantu meredakan keluhan ini. Salah satu jenis latihan yang semakin populer untuk kesehatan sendi adalah Pilates. Gerakan Pilates umumnya berdampak rendah (low impact), sehingga aman untuk Anda yang ingin tetap aktif tanpa memberi tekanan berlebih pada sendi.

Pilates berfokus pada penguatan otot inti, fleksibilitas, serta keseimbangan tubuh. Berdasarkan penelitian oleh Cruz-Ferreira et al. (2011) dalam jurnal Effects of Pilates-Based Exercise on Life Satisfaction, Physical Self-Concept and Health Status in Adult Women, latihan Pilates terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sendi.

Berikut beberapa jenis olahraga Pilates yang dapat membantu mengurangi nyeri sendi:


1. Mat Pilates

Jenis Pilates ini dilakukan di atas matras tanpa alat tambahan. Gerakannya sederhana namun efektif untuk melatih otot inti dan memperbaiki postur tubuh. Dengan postur yang baik, beban pada sendi menjadi lebih seimbang sehingga risiko nyeri berkurang.


2. Reformer Pilates

Menggunakan alat khusus bernama reformer, jenis ini membantu memberikan resistensi yang terkontrol. Latihan ini cocok untuk Anda yang ingin memperkuat otot tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi, terutama lutut dan punggung.


3. Clinical Pilates

Pilates jenis ini biasanya dipandu oleh fisioterapis dan dirancang khusus untuk rehabilitasi cedera atau nyeri kronis. Menurut penelitian oleh Wells et al. (2014) dalam jurnal The Effectiveness of Pilates Exercise in People with Chronic Low Back Pain, Pilates terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi gerak pada pasien dengan keluhan muskuloskeletal.


4. Water Pilates (Aqua Pilates)

Dilakukan di dalam air, jenis ini sangat minim tekanan pada sendi karena adanya daya apung. Cocok untuk Anda yang memiliki nyeri sendi cukup intens atau kondisi seperti radang sendi.


5. Standing Pilates

Berbeda dari Pilates biasa, latihan ini dilakukan dalam posisi berdiri. Fokusnya adalah meningkatkan keseimbangan dan stabilitas tubuh, sehingga membantu mengurangi risiko cedera dan nyeri sendi saat beraktivitas sehari-hari.


6. Kombinasikan dengan Penanganan Nyeri yang Tepat

Jika Anda tetap mengalami nyeri sendi setelah berolahraga, Anda dapat mengonsumsi pereda nyeri yang mengandung paracetamol dan ibuprofen sesuai aturan pakai. Selain itu, penggunaan gel pereda nyeri yang dilengkapi Active Pro Formula dengan Ibuprofen juga dapat membantu meredakan nyeri akibat keseleo, cedera olahraga, maupun rematik secara efektif.


Dengan memilih jenis Pilates yang sesuai dan melakukannya secara rutin, Anda tidak hanya dapat mengurangi nyeri sendi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Jangan ragu untuk memulai olahraga Pilates agar tubuh terasa lebih ringan dan bebas nyeri!


Artikel Lainnya: Cara Menjaga Kesehatan Sendi agar Tetap Fleksibel dan Tidak Mudah Kaku


FAQ 

1. Apakah Pilates aman untuk semua usia?

Ya, Pilates umumnya aman untuk semua usia karena gerakannya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

2. Berapa kali sebaiknya melakukan Pilates untuk hasil optimal?

Idealnya 2–3 kali seminggu agar tubuh mendapatkan manfaat maksimal tanpa berisiko kelelahan.

3. Apakah Pilates bisa membantu mengatasi nyeri sendi kronis?

Bisa, terutama jenis clinical Pilates yang dirancang khusus untuk rehabilitasi. Namun, tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis jika nyeri berlangsung lama.


Daftar Pustaka:

1. Cruz-Ferreira, A., et al. (2011). Effects of Pilates-Based Exercise on Life Satisfaction, Physical Self-Concept and Health Status in Adult Women.

2. Wells, C., et al. (2014). The Effectiveness of Pilates Exercise in People with Chronic Low Back Pain: A Systematic Review.

3. Kloubec, J. (2010). Pilates for Improvement of Muscle Endurance, Flexibility, Balance, and Posture. Journal of Strength and Conditioning Research.


ARTIKEL LAINNYA

Beli NEO rheumacyl