Tips & Artikel

Hobi Trail Run tapi Pinggang Sering Nyeri? Kenali Salah Satu Penyebab Utamanya

Trail run semakin digemari karena menawarkan sensasi berlari di alam terbuka dengan medan yang menantang. Berbeda dengan lari di jalan raya, trail run mengharuskan pelari melewati tanjakan, turunan, jalur berbatu, hingga permukaan tanah yang tidak rata. Inilah yang membuat olahraga ini menarik, tetapi juga meningkatkan beban pada otot dan persendian, termasuk area pinggang.

Jika setelah trail run pinggang sering terasa nyeri atau pegal, jangan langsung menganggapnya sebagai hal yang normal. Keluhan ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Cari tahu penyebab utamanya melalui artikel ini.


Mengapa Trail Run Bisa Memicu Nyeri Pinggang?

Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Sports Medicine menjelaskan bahwa cedera akibat penggunaan berulang (overuse injury) pada pelari sering kali berkaitan dengan peningkatan beban mekanis, kelelahan otot, serta kurang optimalnya kontrol gerakan tubuh selama berlari. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko nyeri pada punggung bawah .

Saat berlari di medan yang tidak rata seperti trail run, tubuh harus terus menyesuaikan keseimbangan. Otot-otot punggung, pinggul, dan perut bekerja lebih aktif untuk menjaga postur tetap stabil. Akibatnya, area pinggang menerima tekanan yang lebih besar dibandingkan saat berlari di permukaan datar.

Selain itu, tanjakan membuat tubuh cenderung membungkuk ke depan, sedangkan turunan memberikan beban benturan (impact) yang lebih tinggi pada tulang belakang dan sendi. Jika dilakukan dalam durasi panjang tanpa persiapan yang baik, kondisi ini dapat memicu nyeri otot maupun nyeri pada jaringan di sekitar pinggang.


Kesalahan Teknik Lari yang Sering Dilakukan

Nyeri pinggang tidak selalu disebabkan oleh medan yang berat. Beberapa kesalahan teknik berikut juga dapat meningkatkan risikonya:

  • Posisi tubuh terlalu membungkuk saat menanjak sehingga memberikan tekanan berlebih pada otot punggung bawah.
  • Langkah terlalu panjang (overstriding) dapat meningkatkan benturan pada pinggang dan memperbesar risiko cedera. 
  • Otot perut dan pinggul tidak aktif menopang tubuh saat berlari.
  • Menggunakan sepatu yang sudah aus sehingga kemampuan meredam benturan berkurang.
  • Menambah jarak atau elevasi latihan terlalu cepat tanpa adaptasi.

Kesalahan-kesalahan tersebut membuat tekanan lebih banyak diterima oleh pinggang dibandingkan dibagi secara merata ke seluruh tubuh.


Pentingnya Penguatan Otot Inti (Core) untuk Melindungi Pinggang

Otot inti (core) terdiri dari otot perut, punggung bawah, pinggul, dan panggul yang berfungsi menjaga stabilitas tubuh saat bergerak. Core yang kuat membantu mempertahankan postur tetap baik meskipun berlari di medan yang menantang.

Penelitian dalam Journal of Physical Therapy Science menunjukkan bahwa latihan penguatan otot inti mampu meningkatkan stabilitas batang tubuh serta membantu mengurangi keluhan nyeri punggung bawah pada berbagai kelompok individu. Karena itu, pelari disarankan rutin melakukan latihan seperti plank, bird dog, glute bridge, dan side plank sebagai bagian dari program latihan.


Tips Mengatasi Nyeri Pinggang Saat Trail Run

Apabila pinggang mulai terasa pegal setelah trail run, jangan memaksakan diri untuk terus berlari. Berikan waktu bagi tubuh untuk pulih dengan beberapa langkah berikut:

  • Lakukan pendinginan dan peregangan setelah selesai berlari.
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap, bukan secara mendadak.
  • Latih kekuatan otot inti dan pinggul minimal 2–3 kali seminggu.
  • Pastikan menggunakan sepatu trail yang masih layak pakai.
  • Istirahat yang cukup agar otot memiliki waktu untuk melakukan pemulihan.

Untuk membantu meredakan pegal-pegal, nyeri otot, nyeri sendi, hingga keseleo atau benturan setelah beraktivitas, Anda dapat menggunakan NEO rheumacyl EXTRA HOT CREAM. Krim ini memberikan sensasi panas ekstra, cepat meresap, serta nyaman digunakan untuk pijat maupun kerokan sehingga membantu memberikan rasa nyaman pada area yang terasa pegal setelah berolahraga.

Sementara itu, bila menginginkan sensasi hangat dengan aroma yang lebih menenangkan, NEO rheumacyl EUCALYPTUS CREAM dapat menjadi pilihan. Selain membantu meredakan nyeri otot dan sendi, krim dengan aroma eucalyptus ini juga dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala masuk angin seperti perut kembung dan sakit kepala.

Meski demikian, apabila nyeri pinggang terasa sangat hebat, disertai mati rasa atau tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Menikmati trail run akan terasa lebih nyaman jika tubuh dipersiapkan dengan baik. Teknik lari yang benar, latihan penguatan otot inti, serta pemulihan yang optimal dapat membantu mengurangi risiko nyeri pinggang sehingga Anda bisa tetap aktif menjelajahi berbagai medan dengan lebih percaya diri.


Artikel Lainnya: Benarkah Sendi Cepat Kaku Akibat Kurang Gerak? Ini Penjelasannya


FAQ

1. Apakah nyeri pinggang setelah trail run selalu berbahaya?

Tidak selalu. Nyeri ringan akibat kelelahan otot biasanya akan membaik dalam beberapa hari. Namun, jika nyeri sangat hebat, menjalar ke kaki, atau disertai kelemahan otot, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Apakah pemanasan dapat membantu mencegah nyeri pinggang?

Ya. Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot, mempersiapkan tubuh untuk aktivitas, dan mengurangi risiko cedera saat berlari.

3. Kapan krim pereda nyeri dapat digunakan?

Krim pereda nyeri dapat digunakan setelah aktivitas fisik ketika muncul pegal-pegal, nyeri otot, nyeri sendi, atau memar ringan akibat benturan, sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan.


Daftar Pustaka

  1. Nielsen RO, Bertelsen ML, Ramskov D, et al. Running More Than Three Times Per Week Is Associated With Increased Risk of Overuse Injury: A Systematic Review. Sports Medicine. 2014.
  2. Akuthota V, Nadler SF. Core Strengthening. Archives of Physical Medicine and Rehabilitation. 2004;85(3 Suppl 1):S86–S92.
  3. Kim TH, et al. Effects of Core Stability Exercise on Patients with Low Back Pain. Journal of Physical Therapy Science. 2014;26(6):889–891.

ARTIKEL LAINNYA

Beli NEO rheumacyl