Tips & Artikel

Yuk, Kenali Otot Tubuh yang Paling Bekerja Keras dan Cara Mengatasi Otot Tegang

Tanpa disadari, ada beberapa otot dalam tubuh Anda yang bekerja lebih keras setiap hari. Mulai dari duduk lama, berdiri, hingga aktivitas ringan seperti mengangkat barang, semuanya melibatkan otot-otot tertentu secara terus-menerus. Akibatnya, otot bisa menjadi tegang, pegal, bahkan menimbulkan nyeri jika tidak dirawat dengan baik.

Menurut penelitian oleh Travell dan Simons (1999) dalam jurnal Myofascial Pain and Dysfunction, otot yang sering digunakan secara berulang lebih rentan mengalami ketegangan dan terbentuknya trigger points, yaitu titik nyeri pada otot yang dapat menjalar ke area lain.


Otot yang Paling Sering Bekerja Keras

Berikut beberapa otot yang paling sering bekerja dalam aktivitas sehari-hari:

1. Otot Leher dan Bahu

Sering digunakan saat Anda bekerja di depan komputer atau menunduk melihat gadget. Otot ini mudah tegang jika postur tubuh kurang baik.

2. Otot Punggung Bawah

Berperan dalam menopang tubuh saat duduk dan berdiri. Otot ini sangat rentan mengalami kelelahan, terutama jika Anda duduk terlalu lama.

3. Otot Paha dan Betis

Digunakan saat berjalan, naik tangga, atau berdiri dalam waktu lama. Aktivitas berulang dapat menyebabkan pegal dan kram.

4. Otot Lengan dan Pergelangan Tangan

Sering digunakan untuk aktivitas seperti mengetik, mengangkat barang, atau pekerjaan rumah tangga.

Menurut penelitian oleh van der Windt et al. (2000) dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases, penggunaan otot secara berlebihan tanpa istirahat cukup dapat meningkatkan risiko nyeri otot dan gangguan muskuloskeletal.


Cara Mengatasi Otot Tegang

Agar otot tetap sehat dan tidak mudah tegang, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

1. Lakukan Peregangan Secara Rutin

Peregangan membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan fleksibilitas.

2. Perbaiki Postur Tubuh

Pastikan posisi duduk dan berdiri Anda tetap tegak untuk mengurangi tekanan pada otot tertentu.

3. Istirahat Secara Berkala

Jika Anda bekerja dalam waktu lama, beri jeda untuk berdiri atau berjalan ringan.

4. Kompres Hangat atau Pijat

Kompres hangat membantu merelaksasi otot, sementara pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah.

5. Tetap Aktif Bergerak

Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga dapat membantu menjaga kekuatan dan kelenturan otot.

6. Gunakan Penanganan Nyeri yang Tepat

Apabila Anda mengalami nyeri sendi atau otot yang mengganggu, Anda dapat mengonsumsi pereda nyeri dengan kandungan paracetamol dan ibuprofen yang efektif redakan nyeri otot, nyeri sendi, dan pegal linu

Selain itu, Anda juga dapat mengoleskan NEO rheumacyl EXTRA HOT CREAM yang memiliki sensasi panas ekstra, cepat meresap, dan cocok untuk pijat maupun kerokan. Produk ini membantu meredakan pegal-pegal, nyeri sendi, nyeri otot, hingga keseleo atau benturan.

Bagi Anda yang menyukai krim pereda nyeri dengan aroma menenangkan, bisa menggunakan  NEO rheumacyl EUCALYPTUS CREAM dengan sensasi hangat yang pas dan cepat meresap. Selain meredakan nyeri otot dan sendi, produk ini juga membantu meredakan gejala masuk angin, perut kembung, dan sakit kepala.


Jangan tunggu sampai otot terasa sangat nyeri. Mulailah menjaga kesehatan otot Anda dari sekarang agar tetap aktif dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Artikel Lainnya: Otot Pegal Setelah Olahraga, Tanda Tubuh Beradaptasi atau Cedera?


FAQ 

1. Apa penyebab utama otot menjadi tegang?

Otot tegang biasanya disebabkan oleh aktivitas berulang, postur tubuh yang buruk, atau kurangnya peregangan.

2. Apakah otot tegang bisa hilang dengan sendirinya?

Bisa, terutama jika Anda beristirahat dan melakukan peregangan. Namun, jika berlanjut, perlu penanganan lebih serius.

3. Kapan harus khawatir dengan nyeri otot?

Jika nyeri berlangsung lama, semakin parah, atau disertai pembengkakan, sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.


Daftar Pustaka:

1. Travell, J. G., & Simons, D. G. (1999). Myofascial Pain and Dysfunction.

2. van der Windt, D. A. W. M., et al. (2000). Shoulder Disorders in General Practice. Annals of the Rheumatic Diseases.

3. Hoy, D., et al. (2014). The Global Burden of Low Back Pain. Annals of the Rheumatic Diseases.


ARTIKEL LAINNYA

Beli NEO rheumacyl