Olahraga Rawan Cedera dan Cara Penyembuhannya

Olahraga Rawan Cedera dan Cara Penyembuhannya

07-March-2017
Share

Jika ingin memiliki tubuh yang ideal, olahraga memang adalah suatu keharusan. Namun, tanpa persiapan yang benar, resiko cedera seperti keseleo dan otot memar bisa terjadi. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh olahraga yang sangat rawan mengalami cedera seperti otot memar:

1. Muay Thai – Dengan tekniknya yang banyak menggunakan pukulan dan tendangan, tidak aneh kalau olahraga yang satu ini sangat rawan cedera. Penting sekali untuk mempelajari semua gerakan dasar dan memakai perlengkapan yang sesuai sebelum berlatih Muay Thai.
2. Weight Lifting – Jika ingin membentuk otot atau memperbaiki postur tubuh, angkat beban mungkin adalah jawabannya. Namun jika teknik dan eksekusinya tidak benar, olahraga yang satu ini bisa sangat berbahaya. Tidak hanya otot memar, tetapi pergelangan terkilir, kram otot, dan bahkan patah tulang juga dapat terjadi. Maka itu, ada baiknya jika melakukan konsultasi dulu dengan PT (personal trainer) tentang cara penggunaan dan teknik yang tepat sebelum mencoba olahraga angkat beban.
3. Soccer – Para penggemar olahraga yang satu ini pasti tahu bahwa kata ‘cedera’ tidak pernah jauh dari para pemain. Tergolong contact sport, sepakbola memerlukan kontak fisik di antara para pemain sehingga memperbesar kemungkinan cedera. Untuk menghindarinya, gunakanlah perlengkapan perlindung seperti shin guard dan ankle brace.
4. Tennis – Tidak hanya contact sports seperti sepakbola dan Muay Thai, ternyata non-contact sports juga dapat menyebabkan otot memar. Bermain tenis terlalu lama tanpa beristirahat dapat menyebabkan tennis elbow, cedera atau memar pada siku atau bagian lengan bawah.

Walaupun memar cenderung tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, sakit yang dihasilkan oleh cedera ini terkadang bisa tak tertahankan. Jika kamu mengalami cedera memar saat berolahraga, jangan dulu panik. Lakukan ini:

1. Setelah mengalami cedera, berhenti berolahraga dan hindari aktivitas yang memberatkan bagian yang cedera. Sebaiknya, fokus saja terhadap istirahat.
2. Redakan rasa sakit dengan menggunakan kompres es di bagian memar selama 10 sampai 20 menit.
3. Untuk mengurangi pembengkakan, tekan bagian cedera dengan menggunakan perban atau kompres. Pastikan perban tidak terlalu ketat agar tidak menambahkan rasa sakit atau mati rasa.
4.  Mengangkat bagian cedera lebih tinggi daripada jantung adalah salah satu cara lain untuk meredakan pembengkakan. Jika bagian cedera tidak bisa diangkat, posisikan agar sejajar dengan tanah.

Setelah itu, kamu juga bisa mengoleskan NEO rheumacyl Anti Inflammation kepada bagian yang cedera. Mengandung analgesik dan anti-inflamasi, NEO rheumacyl Anti Inflammation efektif mengurangi pembengkakan dan juga mengurasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh cedera sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

Related Article

OTOT

Hati-hati, Ini 3 Kebiasaan yang Salah Setelah Berolahraga yang Memicu Nyeri Otot dan Sendi

Meski olahraga sedang menjadi tren saat ini, namun tak jarang juga yang masih malas untuk melakukannya karena takut mengalami nyeri ...

Read More

OTOT

Bagaimana Cara Mempercepat Proses Penyembuhan Lutut yang Sakit?

Lalu, bagaimana cara mempercepat proses penyembuhan lutut yang sakit? Simak penjelasannya berikut ini. ...

Read More

OTOT

Sakit Punggung dan Badan Kaku Setiap Bangun Tidur? Atasi dengan Cara Ini!

Jika iya, jangan sepelekan keluhan sakit punggung dan badan kaku yang Anda alami saat bangun tidur. Yuk, segera cari tahu ...

Read More