...

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berlari

07-March-2017
Share

Olahraga lari saat ini sudah menjadi gaya hidup di kalangan masyarakat khususnya di kota besar. Banyak manfaat yang diperoleh melalui lari di antaranya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta sebagai program untuk menurunkan berat badan.
Lari merupakan olahraga yang sederhana dan murah, karena tidak membutuhkan peralatan khusus (kecuali sepatu) seperti halnya olahraga lain. Hampir semua orang bisa dan cukup mudah melakukannya. Meski demikian, jangan lantas mengganggap remeh lari, karena jika teknik berlari tidak benar bisa mengakibatkan cedera. Ini yang harus dilakukan sebelum Anda melakukan lari.

1. Makan
Asupan makanan dapat meningkatkan energi sebelum lari. Kalau berlari untuk kesehatan mengonsumsi makanan sebelum berlari tidaklah masalah. Idealnya beri jeda waktu dua jam setelah makan makanan berat sebelum mulai berlari. Tapi kalau makanan ringan, Anda bisa berlari 30 menit kemudian. Adapun sebelum lari makanan yang dianjurkan adalah oats, granola, atau smoothies buatan sendiri. Buah-buahan yang dikeringkan atau buah segar juga bisa jadi pilihan.

2. Pemanasan
Ini penting untuk menghindari cedera pasca berolahraga. Saat berlari semua otot tubuh bergerak. Jangan hanya fokus pada kaki saja. Lakukan jalan cepat sebelum memulai berlari untuk mengendurkan otot dan melancarkan aliran darah. Atau lakukan jumping jack.

3. Sepatu yang pas
Gunakan sepatu khusus yang didesain untuk berlari agar kaki nyaman dan tidak berisiko cedera. Gunakan yang pas namun jangan terlalu ketat karena kaki adalah bagian tubuh yang bekerja keras saat berlari. Pilih sepatu yang masih menyisakan ruang untuk bernapas bagi kaki di ujung ibu jari. Idealnya ganti sepatu khusus lari setelah 482 km pemakaian.

4. Penuhi kebutuhan air
Minumlah air sebelum melangkah keluar, sehingga tubuh memiliki persediaan air yang cukup saat berlari. Jika berencana berlari lebih dari 30 menit. Bekal air mineral untuk mengisi ulang air di tubuhmu.

5. Jaga diri
Pilih rute yang aman. Untuk lebih waspada hindari mengenakan earphone dan menyetel musik terlalu kencang.

Yang harus diperhatikan jika lari malam:

– Kenakan pakaian yang berwarna terang atau memantulkan cahaya agar pengendara kendaraan bisa melihat Anda.
– Lari melawan arus cenderung membuat Anda lebih waspada.
– Pastikan selesai tiga jam sebelum waktu tidur agar tidak menggangu pola tidur dan metabolisme tubuh.

Setelah olahraga (termasuk lari) wajar saja jika mengalami pegal, nyeri otot dan sendi. Untuk mengatasinya, coba dengan pijat. Hal ini untuk melancarkan sirkulasi dan meredakan pegal, nyeri otot dan sendi di bagian tertentu.
Agar lebih efektif, saat memijat oleskan NEO rheumacyl Liniment Muscle & Joint pada bagian tubuh yang tidak nyaman. Dengan sensasi panas, efektif redakan pegal, nyeri otot & sendi. Bentuk botolnya yang ergonomis dapat digunakan untuk self-massage. Sedangkan sponge applicator berfungsi untuk mengoleskan cairan tanpa meninggalkan aroma di tangan.
NEO rheumacyl Liniment juga tersedia varian lain yakni NEO rheumacyl Liniment Neck & Shoulder untuk redakan pegal dan kaku pada leher atau pundak dengan sensasi hangat dan aroma relaksasi.

Rasa pegal, nyeri otot dan sendi memang tidak mengenakan, namun bukan berarti hal ini menyebabkan kamu berhenti berlari. Agar terus semangat berlari, atasi pegal, nyeri otot dan sendi dengan NEO rheumacyl Liniment Muscle & Joint. Hapus nyeri, start lagi.

Related Article

OTOT

10 Hal Penting untuk Backpacking ke Alam Bebas

Backpacking ke alam bebas memang bukan kegiatan untuk sembarang orang. Persiapkan 10 hal berikut ini sebelum kamu pergi backpacking ...

Read More

OTOT

Ini Alasan Mengapa Tidur Setelah Berolahraga itu Sehat

Karena itu tidur cukup dan beristirahat setelah berolahraga sangat disarankan. Berikut manfaat lain yang Anda dapat saat tidur setelah berolahraga. ...

Read More

OTOT

Cara Cepat Atasi Nyeri Pinggang

Solusi dan Cara Cepat Atasi Nyeri Pinggang, bisa dengan beberapa cara berikut ini: Rasa nyeri tak tertahankan membuat Anda ...

Read More